Published : 10/23/2025

Tapi, sebelum buru-buru bikin surat pengunduran diri, coba deh tarik napas sebentar dan pikir ulang. Bisa jadi, yang kamu butuh bukan resign, tapi reframe atau mengubah cara pandang kamu terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja.
Kalau tempat kerja kamu masih kasih ruang buat kamu berkembang baik dari segi isi dompet (gaji, bonus, tunjangan) maupun isi kepala (ilmu, pengalaman, tantangan baru), mungkin kamu belum perlu pindah. Karena, jujur aja, nggak semua tempat kerja punya dua hal itu sekaligus.
Apa sih maksudnya reframe?
Reframe itu kayak kamu ganti lensa kacamata. Yang tadinya kamu lihat kerjaan sebagai beban, coba lihat sebagai peluang.
Misalnya:
- Kerjaan kamu bikin stres? Bisa jadi itu karena kamu belum nemu cara kerja yang paling cocok buat kamu. Coba evaluasi, minta feedback, atau diskusi sama atasan.
- Gaji belum naik-naik? Tapi kamu dikasih kesempatan ikut pelatihan, belajar skill baru, atau handle proyek penting. Itu modal besar buat masa depan.
- Lingkungan kerja nggak ideal? Tapi kamu punya rekan kerja yang suportif, atau atasan yang terbuka buat ngobrol. Itu aset yang nggak bisa dibeli.
Kenapa penting buat reframe?
Karena resign itu bukan solusi instan. Pindah kerja belum tentu langsung bikin bahagia. Bisa jadi kamu cuma pindah masalah ke tempat baru. Lagipula, proses adaptasi di tempat baru juga butuh energi dan waktu.
Dengan reframe, kamu bisa:
- Mengurangi rasa jenuh, karena kamu mulai lihat sisi positif dari pekerjaan.
- Meningkatkan motivasi, karena kamu sadar masih banyak hal yang bisa kamu pelajari dan capai.
- Membangun karier lebih solid, karena kamu nggak asal pindah, tapi punya alasan kuat dan strategi jelas.
Tapi gimana kalau udah coba reframe tapi tetap nggak nyaman?
Nah, kalau kamu udah coba ubah sudut pandang, komunikasi sama atasan, dan eksplorasi peluang di tempat kerja tapi tetap mentok, itu baru jadi sinyal buat cari tempat baru. Tapi setidaknya, kamu pindah dengan alasan yang matang, bukan cuma karena emosi sesaat.
Kesimpulan
Jadi, sebelum kamu bilang “Aku mau resign,” coba tanya dulu ke diri sendiri:
- Apakah tempat kerja ini masih kasih aku ruang buat tumbuh?
- Apakah aku udah coba lihat dari sisi lain?
- Apakah aku pindah karena visi, bukan cuma karena emosi?
Kalau jawabannya “iya,” mungkin yang kamu butuh bukan resign, tapi reframe. Karena kadang, perubahan besar datang bukan dari pindah tempat, tapi dari cara kita melihat dan menjalani hari-hari kita.